Kita sekarang tahu sendiri bahwa sebuah tantangan besar yang akan melanda dunia kita akan segera terjadi jika semua manusia tidak mau berubah untuk mengubah dunia ini.Terutama pada dunia satwa yang hampir punah,oleh karena kerakusan manusia

Ikan-ikan yang dilaut sedikit demi sedikit akan habis akibat kerakusan manusia

Burung-burung yang bernyanyi di udara akan tiada lagi terdengar lagi nyanyiannya akibat sering diburu



Satwa-satwa yang hidup di alam liar tiada lagi terdengar teriakannya

Petani-petani akan menangis karena tiada lagi yang bisa ditanam atau diternakkan karena semua habis dimakan manusia yang tdk bertanggung jawab

Berdasarkan informasi yang di dapatkan diperkirakan sekitar 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia berada di Indonesia. Indonesia bahkan menempati urutan nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung serta sebanyak 45% ikan di dunia, hidup di Indonesia.
Walaupun kaya dengan berbagai jenis satwa liar, namun Indonesia juga tercatat memiliki daftar panjang tentang satwa liar dan satwa langka yang terancam punah. Saat ini diperkirakan jumlah jenis satwa liar indonesia yang hampir punah terdiri dari 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN, 2003). Satwa-satwa liar tersebut benar-benar akan punah bila tidak ada tindakan nyata yang serius dari berbagai pihak khususnya pemerintah dalam mencegah satwa liar/satwa langka dari ancaman kepunahan.
ELANG JAWA
Elang Jawa yang bernama latin Spizaetus bartelsi. Sesuai dengan namanya, satwa langka yang satu ini hanya bisa ditemui di pulau jawa. Burung yang menjadi cikal bakal Lambang Negara kita ini (Burung Garuda), kini terancam punah, sehingga sudah sulit ditemui di alam liar (habitatnya).
Pemerintah telah menetapkan Elang Jawa sebagai sala satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang, bahkan organisasi konservasi dunia IUCN telah memasaukkan Elang Jawa ke dalam status terancam kepunahan ( EN=Endangered ).
Terancamnya Elang Jawa dari kepunahan menurut beberapa pihak disebabkan oleh karena habitatnya yang semakin berkurang akibat pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian dan pemukiman. Juga maraknya perdagangan satwa langka yang dihargai cukup tinggi di pasar gelap telah memicu perburuan liar terhadap elang jawa.
MENIMBULKAN BERBAGAI MACAM PENYAKIT BAGI HEWAN
 Merebaknya penyakit Bluetongue di dataran Eropa antara tahun 1998-2005. Penyakit ini telah membunuh lebih dari 1.5 juta ekor domba dan menyebabkan periode ini sebagai periode wabah bluetongue terlama dan terbesar dalam sejarah Eropa. Lima serotipe virus bluetongue diketahui telah menginvasi Eropa pada periode ini. Kasus wabah bluetongue ini terjadi di beberapa negara atau wilayah yang sebelumnya dilaporkan sama sekali tidak pernah terdapat kasus Culicoides-borne arboviral disease, seperti Turki, dataran Yunani, Bulgaria, beberapa negara Balkan, dataran Italia, Sicily dan Sardinia, Corsica, kepulauan Balearic, dan Tunisia. Kejadian ini sekarang dihubungkan dengan kejadian pemanasan global di wilayah Eropa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terindikasi bahwa penyebaran dramatis dari vektor Culicoides imicola ke wilayah yang tidak pernah mengalami infeksi bluetongue sebelumnya atau transimisi virus bluetongue oleh vektor baru, C. obsoletus dan C. pulicaris, hanya terjadi di area-area yang secara nyata mengalami pemanasan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan langsung antara kemunculan bluetongue di Eropa dengan global warming.

Adanya keterlibatan global warming terhadap punahnya 67% dari sekitar 110 spesies katak Atelopus sp. dari pegunungan Costa Rica akibat infeksi fungi patogen Batrachochytrium dendrobatidis sekitar 20 tahun lalu. Atelopus sp merupakan spesies katak endemis di wilayah tropis benua Amerika. Analisa hubungan periode kepunahan terhadap perubahan level permukaan laut dan suhu udara menunjukkan bahwa pemanasan global telah menyebabkan suhu lingkungan pada sebagian besar pegunungan-pegunungan di wilayah Amerika Selatan dan Tengah bergerak mendekati suhu optimum pertumbuhan fungi pathogen B. dendrobatidis sehingga menyebabkan wabah dan mengakibatkan punahnya sebagian spesies Atelopus sp.

Dua kasus di atas telah memperlihatkan bahwa dampak negatif global warming terhadap kejadian penyakit pada hewan adalah nyata. Tidak hanya itu, peristiwa El Nino-Southern Oscillation, salah satu fenomena alam yang juga dipengaruhi oleh global warming, diketahui juga berpengaruh pada patogen yang hidup di laut yang menyebabkan penyakit pada oyster dan coral.

Walaupun sampai saat ini bukti keterlibatan global warming terhadap wabah penyakit menular pada hewan domestik baru ditunjukkan oleh munculnya wabah bluetongue di dataran Eropa yang telah disebutkan di atas, kita harus tetap waspada terhadap kemunculan-kemunculan wabah penyakit lainnya jika tidak ada usaha-usaha untuk memperlambat laju global warming. Banyak penyakit penting hewan domestik yang baik kemunculannya atau pun siklus hidup agen penyebabnya secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh faktor-faktor cuaca, seperti suhu dan kelembaban udara. Misalnya :

Anthrax. Suhu, kelembaban udara, dan kelembaban tanah mempengaruhi keberhasilan germinasi dari spora Bacillus anthracis. Wabah biasanya berhubungan dengan perubahan musim hujan dan kemarau, serta suhu lingkungan yang tinggi.

Haemorrhagic septicaemia (pasteurellosis). Agen penyebab, Pasteurella multocida, dapat bertahan hidup di luar tubuh inang pada lingkungan yang lembab dan kejadian penyakit biasanya terjadi pada musim hujan.

Haemonchosis. Kemampuan hidup telur dan larva dari Haemonchus contortus, sampai mereka termakan oleh inang, bergantung pada suhu dan kelembaban. Pada kondisi lingkungan yang hangat dan kelembaban yang moderat, larva dapat hidup berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.

Masih banyak lagi penyakit-penyakit pada hewan domestik dan hewan liar yang kemunculannya atau pun siklus hidup vektor dan agen penyebabnya dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban lingkungan. Sehingga, perubahan cuaca akibat global warming dapat mempengaruhi waktu kemunculan wabah ataupun intensitas wabah dari penyakit-penyakit tersebut.

MINYAK KELAPA SAWIT MEMPERCEPAT MUSNAHNNYA SATWA !!!!!!!!!!!!!
Saat ini kebutuhan akan minyak kelapa sawit sangat tinggi didunia. Minyak kelapa sawit biasanya digunakan untuk pembuatan produk alami. Oleh karena faktor almi itulah, maka banyak permintaan produk yang menggunakan kelapa sawit. Dengan tingginya permintaan akan minyak kelapa sawit, maka produsen kelapa sawit melakukan pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit. Hal inilah yaang menyebabkan terancamnya satwa karena habitat mereka berkurang.

Indonesia dan Malaaysia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar didunia, yang MENGIMPOR 89% kebutuhan minyak kelapa sawit di dunia. Dengan tingginya permintaan kan minyak kelapa sawit, maka di Indonesia dilakukan pembukaan lahan baru diberbagai daerah terutama di Sumatra. Dengan adanya pembukaan lahan baru ini akan mengancam kehidupan satwa seperti, Macan sumatra, Gajah, Badak Sumatra, dan satwa yang sudah dinggap langka Orangutan.

Menurut Science Illustrated Magazine jika pembukaan lahan baru ini terus berlanjut, maka 98% hutan di Sumatra bisa hancur.

KLIK DISINI UNTUK MELIHAT BAGAIMANA YA...... KONDISI MADIUN DAN SEKITARNNYA MENGATASI GLOBAL WARMING

MAKA KITA HARUS MENJAGA KELESTARIAN SATWA KITA..................

Apakah dengan blog ini membuat anda sadar ?

Apakah blog ini bermanfaat bagi Kehidupan Anda ????

FANS MY BLOG

APAKAH ZAMAN ICE AKAN SEGERA DATANG ????

APAKAH ZAMAN ICE AKAN SEGERA DATANG ????

APAKAH DIDUNIA INI AKAN MENGALAMI HUJAN API YANG SANGAT DAHSYAT ?????

APAKAH DIDUNIA INI AKAN MENGALAMI HUJAN API YANG SANGAT DAHSYAT ?????

APAKAH DIDUNIA INI SEMUA AKAN MENJADI ES ????

APAKAH DIDUNIA INI SEMUA AKAN MENJADI ES ????

APAKAH SEMUA IKAN - IKAN YANG SEKARANG BEBAS BERENANG DI LAUT AKAN KEKURANGAN AIR ????

APAKAH SEMUA IKAN - IKAN YANG SEKARANG BEBAS BERENANG DI LAUT AKAN KEKURANGAN AIR ????
Powered By Blogger
Blogger Templates

About Me

THOMAZ PRODUCTION MENUJU GOGREEN
Saya Thomas Randy Aditya....... Mengajak anda-anda semua yang membuka situs ini untuk lebih peka terhadap dunia yang akan meleleh ini khususnnya kita harus peka terhadap Global Warming yang akan segera melanda dunia kita.... Tidakkah kita ingin seperti dulu..... DI Mana Para Pohon masih bisa bernyanyi dengan sangat Riang,Dimana Para Satwa masih bisa Menggaum dan berlari bebas di dunia kita yang indah ini Tapi.... Lihat sekarang.Pohon-pohon,Hutan-hutan menangis karena tangan jahil manusia Para Satwa banyak yang menuju Ajalnnya karena banyak pemburuan liar... MAKA DARI ITU MARI KITA LESTARIKAN DUNIA..... LET"S GO GREEN.......
Lihat profil lengkapku